Traveling ke Tentena Sembari Mengunjungi Dodoha Mosintuwu, Air Terjun Saluopa, dan Danau Tektonik

Posted by on September 26, 2017
Dodoha Mosintuwu biasanya digunakan menjadi ruang diskusi.

Tentena merupkan kota kecil yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dan Ibu Kota Kecamatan Pamona Puselemba. Letaknya berada di pinggiran Danau Poso, sekitar 54 km sebelah tenggara dari Kota Poso dan 258 km sebelah tenggara Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah. Kecamatan Pamona memiliki daya pikat tersendiri, mulai dari keindahan alamnya, kekayaan budaya, ragam kuliner yang khas sampai kearifan lokalnya yang masih terpelihara.

Ada beberapa tempat wisata yang wajib dikunjungi jika Anda sedang berada di Tentena, di antaranya keunikan Dodoha Mosintuwu yang berupa rumah bambu di Tepian Danau Poso, kesejukan Air Terjun Saluopa di Desa Wera, serta keindahan Danau Tektonik Poso yang ada di sepanjang 17 desa.

Rumah Bambu, Dodoha Mosintuwu

Dodoha Mosintuwu terletak di Desa Yosi, Kecamatan Pamona Pusalemba dan berdiri kokoh di tepi Danau Poso, Tentena. Tempat ini dibangun dengan gaya arsitektur yang unik. Hampir keseluruhan bahan dasarnya menggunakan bambu, dibentuk sedemikian rupa hingga menghasilkan karya seni yang mengagumkan. Bambu adalah tanaman yang mudah dijumpai di Sulawesi Tengah, tapi siapa sangka bisa menjadi karya seni yang memikat hati orang yang melihatnya?

Anda akan mendapat kesan mendalam jika berkunjung ke Dodoha Mosintuwu. Tempat ini menjadi ruang bertemunya orang-orang dari berbagai tempat dan latar belakang. Mereka bertemu untuk sekadar menikmati kopi kojo khas Pamona ditemani jajanan kue kampung. Terkadang mereka juga datang untuk menikmati masakan kuliner khas Suku Pamona yang berbahan dasar ikan dari danau.

Tampak luar rumah bambu yang disebut Dodoha Mosintuwu, terletak di tepi Danau Poso.

Tidak jarang Dodoha Mosintuwu dijadikan ruang diskusi para kaula muda, pelajar, mahasiswa, bahkan akademisi hingga ahli dari berbagai disiplin ilmu bertemu untuk membicarakan keunikan ragam budaya Pamona dan isu-isu lingkungan disekitar Danau Poso.

Sambil ngopi di Dodoha Mosintuwu, pengunjung bisa bersantai sambil membaca buku dengan nyaman dengan suasana yang syahdu dan semilir angin danau yang menyejukan akan membuat Anda betah berlama-lama di sini. Apalagi ada perpustakaan dengan koleksi ratusan buku yang disediakan di ruang tengah. Menyenangkan, bukan?

Salah satu acara pertunjukan seni di Festival Mosintuwu 2019.

Jika Anda berkunjung saat pagelaran Festival Mosituwu yang dipusatkan di Dodoha Mosituwu, ada banyak kegiatan menarik yang bisa Anda nikmati. Di antaranya, ada pertunjukan rakyat dan moapu (demo memasak) makanan tradisional. Pada acara demo masak ini, Anda bisa sekaligus mencicipi makanannya atau membeli oleh-oleh khas daerah ini. Ada juga pertunjukan musik tradisi, bertemu para pengrajin, karnaval, dan macam-macam workshop edukasi hingga berbagi bibit tanaman.

Untuk Festival Mosintuwu 2019 digelar pada bulan Oktober selama tiga hari. Festival ini dimanfaatkan pengunjung untuk bertemu, belajar, dan merayakan keragaman budaya, kekayaan alam, dan keaneka ragaman hayati di Kabupaten Poso. Jika Anda ingin menghadiri festival ini, silahkan pantau informasinya dari situs resmi Institut Mosintuwu. Tiap tahun acaranya semakin menarik lho!

Air Terjun Saluopa

Setelah mengunjungi Dodoha Mosintuwu, jangan sampai Anda melewatkan Air Terjun Saluopa. Objek wisata yang sudah terkenal ini menjadi salah satu primadona pariwisata Sulawesi Tengah. Air Terjun Saluopa secara administratif  terletak di Desa Wera, Kecamatan Pamona Puselemba. Sebelumnya lokasi ini tercatat berada di daerah Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Utara. Untuk sampai ke lokasi ini, Anda perlu menempuh jarak 12 km dari arah barat Kota Tentena, atau sekitar 1 jam untuk sampai di air terjun Saluopa.

Jalan menuju Air Terjun Saluopa bisa dilalui motor ataupun mobil dan tidak ada kesulitan yang berarti untuk mencapai tempat yang indah ini. Ada tempat parkir kendaraan yang disediakan pemerintah setempat. Cukup membayar Rp 2.000 / motor saja. Dari tempat parkir, Anda perlu berjalan kaki sekitar 500 meter saja menyusuri jalan yang telah disediakan. Sepanjang jalan Anda akan melihat warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman. Semakin masuk ke dalam, udaranya akan terasa sejuk.

Air Terjun Saluopa dikelilingi oleh pohon-pohon besar dan rindang. Di lokasi air terjun Anda akan mendengar suara-suara alam dari gemericik air, suara hewan yang saling bersahutan, kicauan burung, dsb. Suara-suara alam tersebut begitu mendamaikan hati.

Air terjun Saluopa bak harta yang tersembunyi di tengah Hutan Poso. Keindahan yang memesona dari 12 tingkat airnya membuat orang sulit untuk memilih ditingkat keberapa yang pemandangannya paling keren, paling asyik untuk mandi-mandi, atau sekedar berswafoto. Setiap tingkat memiliki keindahan tersendiri, membuat kita akan berdecak kagum deh! Debit airnya banyak dan sangat jernih, tidak heran jika air terjun ini terkenal hingga ke mancanegara.

Anda tidak akan kehabisan spot foto meski seharian ada di Saluopa. Bukan hanya itu saja,  karena terletak di tengah hutan yang masih terjaga baik, ada jalur tracking yang bisa Anda coba untuk menambah pengalaman seru berkunjung ke Tentena. Jika ingin menginap, ada empat unit cottage yang disewakan seharga Rp 165.000 per kamar dengan fasilitas yang cukup memadai.

Danau Tektonik Poso

Danau Poso.

Selain Dodoha Mosintuwu dan Air Terjun Saluopa, Kota Tentena, Kabupaten Poso juga  terkenal lewat keindahan Danau Poso. Danau ini dianggap sebagai danau ketiga terbesar di Indonesia dengan panjang 32 kilometer dan lebar 16 kilometer. Danau ini terletak di ketinggian 657 meter.

Menurut sejarah, Danau Poso terbentuk karena gempa tektonik sehingga menjadikan danau ini nampak indah sekaligus unik. Airnya jernih dengan warna biru tosca seperti air laut. Pasirnya pun putih bersih serta ditepian danau pemandangannya sangat asri dan rindang karena ditumbuhi banyak pepohonan. Syahdu sekali!

Danau Poso juga merupakan habitat dari sejumlah ikan endemik seperti belut Anguilla marmorata yang bermigrasi antara danau dan laut. Ada juga 11 spesies ikan endemik dan beberapa spesies temuan terbaru. Selain itu, terdapat siput air tawar, beberapa udang, dan jenis kepiting yang sudah langka keberadaanya.

Ada sekitar 17 desa yang berada di sepanjang pesisir Danau Poso. Sebagian besar pesisir dihuni penduduk Suku Pamona, suku yang mendominasi Kabupaten Poso dan masih mempraktekan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari seperti tradisi menangkap ikan di Danau Poso pada siang hari yang diberi nama Mosango, sedangkan pada malam hari disebut Monyilo.

Lengkap, bukan? Tunggu apa lagi? Ayo berkunjung ke Tentena dan ciptakan pengalaman serumu dengan mengunjungi rumah bambu Dodoha Mosintuwu, Air Terjun Saluopa, dan Danau Tektonik Poso!

Share!

CLOSE [x]